BRMP Jambi Dukung Pengembangan Urban Farming melalui Agrobiopori di Kota Jambi
KOTA JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mengikuti Launching Semai Agrobiopori dalam rangka pengembangan urban farming terintegrasi melalui agrobiopori di Kota Jambi, Kamis (8/10). Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Pelayangan, Kota Jambi, dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi, BRMP Jambi, para camat dan lurah, serta anggota Poktan Teman Abadi dan KWT dari Kelurahan Mudung Laut. Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Jambi menyampaikan bahwa lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan dapat dikembangkan untuk budidaya sayuran dan hortikultura, sekaligus mengelola sampah rumah tangga menjadi sumber nutrisi tanaman melalui agrobiopori.
Pengembangan agrobiopori terintegrasi dengan pengelolaan sampah berbasis OPBM, dengan memasukkan sampah organik rumah tangga dan daun kering ke dalam lubang biopori yang kemudian menghasilkan kompos sebagai sumber hara dan penyubur tanaman. Kepala DPKP Kota Jambi menyampaikan bahwa sekitar 400–500 ton sampah Kota Jambi dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap hari. Penerapan agrobiopori oleh masyarakat dinilai dapat membantu mengurangi beban pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan untuk menghasilkan pangan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan.
BRMP Jambi mendukung pengembangan agrobiopori agar dapat diterapkan lebih luas pada kelompok tani, kelompok wanita tani, dan rumah tangga. Pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan sehat sekaligus pengelolaan lingkungan yang lebih baik, sehingga berkontribusi pada upaya mewujudkan Kota Jambi yang sehat dan bahagia. (JAH)